Postingan

Tradisi Ngerebeg

Gambar
Ratusan anak dicat ditubuhnya dengan berwarna warni,seperti layaknya dilukis yang sangat menyeramkan.Ritual ngerebeg ini serangkaian piodalan di Pura Duur Bingin,Desa Pakraman Tegallalang,Kecamatan Tegallalang,Kabupaten Gianyar. Ritual ngerebeg yang sangat unik ini,dengan ratusan anak-anak dari 7 Banjar,dengan menggunakan atribut warna warni,dan menyeramkan ritual yang dipusatkan di Pura Duur Bingin,seluruh peserta juga mengelilingi perkampungan. Ini merupakan ritual menghalau segala kekuatan negatif yang diperankan dengan dandanan yang menggunakan berbagai hiasan,corak,warna ksusus Dengan dandanan menyeramkan itu, mereka jalan kaki keliling desa, sambil membawa berbagai hiasan dan pelepah busung (janur) dan pelepah daun jaka (aren), juga lelontek, kober (bendera sakral), dan penjor,oleh masing-masing peserta. Ritual Ngerebeg ini merupakan tradisi yang diwarisi secara turun temurun dan selalu dilaksanakan sehari menjelang puncak karya piodalan di Pura Duur Bingin, Desa...
Gambar
Tradisi Perang Pandan Di Desa Tenganan, Kecamatan Karangasem,Bali Gambarperang pandan desa tenganan       Tradisi Perang pandan merupakan tarian sakral atau yang di sebuat bali-balihan, salah satu tradisi yang ada di Tradisi Perang Pandan Atau Makere-Kere Di Desa Tenganan, Kecamatan Karangasem, Bali. Tenganan adalah salah satu desa tertua yang ada di pulau Bali. Tradisi Perang pandan juga disebut dengan istilah makere-kere Tradisi Perang pandan di katagorikan sebagai Tari wali/ tari sakral yang hanya bisa di pentaskan di adakan pada saat yang sudah di tentukan jadi tidak boleh di geser di tambah kemudian merupakan salah satu rangkaiaan persembahan tari persembahan khususnya kepada dewa indra juga terhadap ida sang yang widhi wasa secara umum mengapa dewa indra karena upacara ini di tenganan ini menganut agama hindu aliran indra sudah di ketahui bahwa dewa indra sebagai dewa kemakmuran juga di kenal sebagai dewa perang. Gambar perang pandan desa tenganan Alat u...

Upacara Eka Dasa Ludra

Gambar
UPACARA HINDU TERBESAR UPACARA YADNYA EKA DASA RUDRA DI PURA BESAKIH KARANGASEM BALI INDONESIA Eka Dasa Rudra (Ludra) adalah upacara yang dilaksanakan untuk menyambut perhitungan perputaran tahun saka saat satuan dan puluhan mulai menjadi angka 1 (satu). Karya agung terbesar di Bali ini, dalam Rudra Tattwa disebutkan ditujukan untuk kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas dan meresapi segala ciptaanNya agar keharmonisan bhuwana agung dan bhuwana alit sebagai aplikasi dari filosofi Tri Hita Karana. Dalam perayaannya di Pura Agung Besakih, Eka Dasa Rudra dilaksanakan setiap 100 tahun sekali manakala angka satuan dan puluhan tahun saka mencapai angka 0, disebut pula rah windu tenggek windu. Dalam catatan di Di Pura Agung Besakih, Tawur Agung Eka Dasa Rudra pernah dilaksanakan tahun 1963, tepatnya pada Sukra Pon Julungwangi tanggal 9 Maret 1963. Tahun 1979, pada Buda Paing Wariga tanggal 28 Maret 1979, kembali diselenggarakan upacara Tawur Agung Eka Dasa Rudra. Upacara Tawur Eka D...

Tradisi Ngambeng Di Pura Samuan Tiga

Gambar
Serangkaian piodalan rangkaian upacara Panca Wali Krama di Pura Kahyangan Jagat Samuantiga Bedulu, Gianyar, hari Rabu (6/4) mulai dilaksanakan tradisi Ngambeng. Prosesi ritual yang didominasi kaum anak anak dengan berkeliling wewidangan desa pengemong pura ini, bermakna sosialisasi akan dilaksanakan piodalan di Pura Kahyangan Jagat Samuantiga, sekaligus sebagai media pendakian spiritual sejak usia dini. Menurut Bendesa Desa Pakraman Bedulu, I Gusti Made Ngurah Serana, tradisi Ngambeng yang biasa dilakukan 15 hari menjelang puncak piodalan ini, akan berakhir pada Rabu (13/4) mendatang, bertepatan dengan hari Pangrawuh. "Tradisi Ngambeng ini berlangsung selama seminggu. Biasanya pengayahnya di dominasi kalangan anak anak sepulang sekolah. Tradisi Ngambeng ini dilakukan anak-anak secara berkelompok dengan cara memasuki rumah warga pengemong di lima desa pakraman," jelas Bendesa Desa Pakraman Bedulu, I Gusti Made Ngurah Serana, seraya merinci desa pakraman pengemong meli...

Tradisi Siat Sampian

Gambar
hai! selamat datang di blog pertama saya,perkenalkan nama sy I Putu Raka Suantana,Kelas XI,Sekolah SMAN1 Ubud, kali ini saya mau kasih tau kalian mengenai tradisi yang ada di sekitar tempat tinggal saya,nah langsung saja        Di Pulau Bali memang terdapat banyak tradisi sakral, sehingga wajar saja kalau turis mancanegara tak pernah jemu singgah di Bali, bahkan turis turis lokal banyak pula yang hadir bila suatu tradisi digelar. Saking sakralnya maka orang-orang tidak lagi menamakannya  plalian tetapi  ilen-ilen  atau  pertunjukan . Ambil contoh misalnya “ perang pandan ” di Tenganan Pegeringsingan, “ Ngrebeg ” di Munggu, “ Med-medan ” di Sesetan, dan masih banyak lagi. Pertunjukan itu selalu dirangkaikan dengan upacara adat-agama setempat. –       Tradisi Perang/Siat Sampian adalah tradisi yang menjadi pertunjukan perang-perangan dalam suasana bermain. Senjata yang digunakan untuk menyerang adalah rangkaian janur yang dis...